PENANTIAN
Awan langit murung di pelupuk mata
Menatap langkah yang semakin jauh
Kata-kata tak bisa di ucapkan
Hanya harapan dan doa yang mengiringi
Langkah demi langkah kau memijak
Ingin hati Manahan pijakan
Namun, mulut bagaikan kaku untuk mengeluarkan
Adakah hari esok tuk kembali
Penantian yang tak pernah berujung
Di benak gadis malang
Yang duduk Terpaku
Di jejeran pintu-pintu penantian
Bola mata basah menahan isak
Karena menatap perih langkah itu
Dengan kekuatan cinta
Ku yakini diri kau yang terakhir bagiku
Kendari, 19 Maret 2009
BILA PAGI
Bila mataharimulai tersenyum
Semakin tak kusam
Yang ada hanyalah titik-titik
Kekilauan yang kau timbulkan
Engkau mengajakku ke dalam
Dunia maya yang aku anggap
Itu bukanlah aku
Kau suguhi aku dengan bayangan
Semu yang tak mungkin akan
Aku raih dalam benakku
Mimpi-mimpi yang tak kuharapkan
Masih datang- pergi
Menggauli arah kehidupanku
Maka sambutlah
Sambutlah tanganku
Karena hanya keceriaan
Yang aku ingin
Kini Cuma kau dambaanku
Sabtu, 14 Maret 2009
APA DOSAKU
Kelambu menyelimuti malam
Bagaikan langit tertindis sang bumi
Sang bintang kelam berlarian
Seakan takut mendekatiku
Alangkah perih batinku
Setiap orang berjalan
Seakan tak pernah menengok
Ke depan siapakah di hadapanku
Tak pernah ada tanya
Yang ada hanyalah bisu mengundang seribu satu Tanya
Oh… Tuhan apa yang kuperbuat
Begitu dalam hatiku merintih
Sabtu, 14 Maret 2009




0 komentar:
Posting Komentar